Ini adalah babak pertama saya, mereka semuanya yang sedang berjuang, berjuang menjalankan kehidupan dengan cara berbeda, pola melihat kehidupan yang sedikit banyak tercemar dengan asap kepuasan dan hiburan secara konstan. Dari sisi nasib, mungkin saja ada bahasan yang lebih populer dari sebagian pengamat memahaminya, apa itu yang dipahami? Memahami alam dan masalah kehidupan, seperti apa? Caranya seperti apa? Lalu hasil yang didapatkan bagaimana? Lagi-lagi perbahasannya tentang masalah kehidupan, saya sendiri menilai kehidupan seperti halnya saya mencicipi makanan favorit yang lama tak dijumpai, bahagia tak terkira, begitupun kehidupan selalu ada kebahagiaan di dalam meskipun semu. atau seperti ini, saya umpamakannya saya di undang pada pesta besar oleh seorang artis dunia, entahlah kenapa dia mengundang saya? Aneh kan..ngimpiiii wah saya nulis mulai ngelantur ini. Mungkin faktor jam istirahat kerja, atau memang saya sangat kekurangan materi yang ingin saya sampaikan. ...
Menjelma dan Memetamorphosis menjadi Pribadi Unggul.