Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibrah

Memahami takdir lewat logika mata Kehidupan

Ini adalah babak pertama saya, mereka semuanya yang sedang berjuang, berjuang menjalankan kehidupan dengan cara berbeda, pola melihat kehidupan yang sedikit banyak tercemar dengan asap kepuasan dan hiburan secara konstan. Dari sisi nasib, mungkin saja ada bahasan yang lebih populer dari sebagian pengamat memahaminya, apa itu yang dipahami? Memahami alam dan masalah kehidupan, seperti apa? Caranya seperti apa? Lalu hasil yang didapatkan bagaimana? Lagi-lagi perbahasannya tentang masalah kehidupan, saya sendiri menilai kehidupan seperti halnya saya mencicipi makanan favorit yang lama tak dijumpai, bahagia tak terkira, begitupun kehidupan selalu ada kebahagiaan di dalam meskipun semu. atau seperti ini, saya umpamakannya saya di undang pada pesta besar oleh seorang artis dunia, entahlah kenapa dia mengundang saya? Aneh kan..ngimpiiii wah saya nulis mulai ngelantur ini. Mungkin faktor jam istirahat kerja, atau memang saya sangat kekurangan materi yang ingin saya sampaikan. ...

Cemas cemas menghadapi wisuda

Normal saja kita menganggap semua hukuman yang menimpa kita itu membuat kita menyerah, atau hampir putus asa, begitupula ketika merasakan sesuatu yang di anggap sakral contoh sederhananya melalui segala ujian yang direkayasakan. Kuliah di perguruan tinggi sudah menapaki ujung perjalananku, berjalan, merangkak, ngerjain tugas bareng-bareng, pulang pergi ke perpustakaan, kemudian galau pasti kelewatan, sangat lah menegangkan. Alhamdulillah aye tuntas juge kuliah sarjana perdanaku habis dalam masa bakti mentok d 5 tahun yang aturannya bisa dibilang (gak tepat waktu & gak terlambat amat) tapi setelah hasil kuliahku perdanaku berakhir semakin stress adalah pikiran ku kalau disimpulkan. Aku nulis gak faham susunan predikat dimana subjek nya yang bener diletakin dimana. #garuk garuk kepala nyari raja kutu. Aku semakin tak memahami kinerja yang sebenar-benarnya. Tapi intinya alhamdulillah aku sudah menyelesaikan kuliahku yang banyak sekali pelajaran berharga yang perlu aku gali lagi s...

Note: Renungan Ramadhan Part 1

Lagi Nungguin Buka puasa ya Sob???… Sobbb jangan ditungguin,,, kalau di tungguin perasaan kita ini kayanya Lamaaaaaaa Bangeeett. Mendingan ngabuburitt aja dah? Kemana?? Seru –laaah? Pertanyaan demi pertanyaan berderetan begitu, saja… ya udah Selamat Berbuka Puasa bagi yang menjalankannya.. :D Ada kalimat puasa, berarti kalimat Ngabuburit udah menjadi ajang Bagi terjadi di bulan puasa itu, Nah kalau setahu ane: di daerah West Java (Kenal ga?) itu loh yang tetanggaan dengan Argentina, di sana Ngabuburit dijadikan ajang jalan-jalan/ Wakucar bagi para mudi-mudi di Jalanan dekat pasar, tapi lebih dominan di Taman atau di Alun-alun Madya.. Heum… sayang banget: kalau di jadikan ajang kaya gitu: Awalnya aja kita menjaga diri, tapi di penghujung waktu(deket ama buka puasanya) malah dijadikan hal yang demikian.. (itu sudah menjadi budaya) kata sebagian kerabat saia, Tapi asal jangan sebuah fitrah manusia saja dah… insyaALLAH bisa di Rubah ko’ Ternyata di balik itu semua tersimpan k...

Rayap - sang Prajurit

Merasakan degradasi hidup... Mengawasi bingkai harapan agar tetap kokoh dalam siraman rohani... tetaplah ku mengejar angan-angan yang sampai saat ini masih meragu, masih merangkak dalam dilematis kemaha kuasaan TUHAN dan kebesaran-Nya terhadap naluri seorang hamba. Lagi Males Nulis, Makan, Minum, dan dll... Oke coy Dalam hal ini ijinkanlah saia untuk berkreasi dan memantapkan hati setinggi-tingginya dalam menciptakan suasana hati yang teduh dan meyegarkan.. menjalani kehidupan semakmur mungkin dan dapat di atasi dengan sebaik-baiknya. Oke guys and Ladies.. saia sendiri kurang mengetahui sebuah asumsi atau tulisan aneh ini, entahlah... mengapa seharusnya saia menulis tulisan yang kagak ngaruh dalam hal kesejahteraan, mungkin kali aja yh.. saia banyak mikirin ama apa yang namanya kasus, masalah, Politik, Berita, iklan yang gak penting danyang paling mungkin ialah masalah perasaan.../// wayooOOooo.... alah ini tulisan kagak pernah beres,, maklum saia lagi sindrom oleh apa itu yan...

Secangkir Kopi

Alhamdulillah~ Saya baru nyadar bahwa saya ini memiliki Akun Blog yang harus saya oftimalkan, sudah lama saya tak mengubris nasehat seorang sahabat tentang semua kinerja dalam Postingan di blog ini yang banyak hal yang bermanfaat. Sahabat (kata yang selalu membuat saya sejuk saat mengutarakannya) terlihat saya terlalu terbelit dengan obsesi, obsesi hidup (bukan Obsesif kompulsif), kurang terlalu memperhatikan diri sendiri, karena memang saya terlalu disibukan dengan penyakit hati yang selalu menjangkiti. datang saat kekesalan tak terbendung.. Mungkin seperti ini jadinya: ahh saya perlu banyak bersahabat dengan siapa saja terutama dengan Kebaikan. ~~ Langsung pada Tahapa awal: saya perlu bermunajat dulu, sebelum saya mengikhlaskan segala apa - apa yang terjadi pada saya. :D Mengapa saya beri Judul secangkir Kopi? karena memang saya saat ini sedang ditemani oleh secangkir Kopi, yang mana tak ada siapapun yang berbicara dengan saya, hanya suara sms dan isyarat hati saja.^^ Enta...