Aku merindukan bulan purnama Disaat semuanya gelap gulita Disaat semua karunia Tuhan dirahasiakan Aku memeluk sepi Lampu terlihat melelahkan Ku tatap dalam dalam Yang ada hanya pesakitan Aku merindukan bulan purnama Entahlah kesunyian tiada tara merangkul Sendi sendi hidupku Ketika segalanya ditakdirkan dengan tanganku Aku bangkit Memaksakan diri Walau kalut ku jamah cahaya Tuhan Di atas pusara hari Aku menanti pengabdian bumi Begitupun Pengabdian bulan purnama yang tersenyum dibalik edarnya. Bandung, 25 Januari 2016
Menjelma dan Memetamorphosis menjadi Pribadi Unggul.